Aturan Sekolah tatap muka


 Kredit foto by new.schmu.id


Sudah lebih dari 1 tahun kita melakukan pembelajaran jarak jauh atau kita kenal dengan kegiatan belajar dari rumah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi menyebaran virus Covid-19, kegiatan belajar dari rumah ini dilakukan menggunakan video, aplikasi video converent, atau lewat tayangan belajar dari rumah lewat TVRI.


Namun semakin lama pembelajaran dari rumah berlangsung akan menimbulkan dampak buruk, contohnya ancaman putus sekolah, karena anak harus bekerja membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, kendala tumbuh kembang karena kesenjangan capaian belajar, ketidak optimalan tumbuh kembang, resiko perkembangan karakter.


Syarat Sekolah tatap muka

- Izin dari Kepala sekolah dan Orang tua murid

- Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan (toilet layak dan bersih, sarana cuci tangan pakai sabun, Disinfektan)

- Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan

- Kesiapan menerapkan wajib makser

- Memiliki Thermogun

- Menjaga jarak minimal 1,5m

- Jumlah siswa di dalam kelas hanya berisi 50% atau setengah dari total siswa dalam satu kelas

- Jadwal pembelajaran dilakukan secara bergilir

- Wajib menggunakan masker kain 3 lapis/masker Medis

- Tidak melakukan kontak fisik

- Menerapkan etika batuk/bersin

- Tidak diperbolehkan membuat kerumunan, sehingga siswa tidak diperbolehkan makan di kantin

- Siswa juga tidak diperbolehkan melakukan kegiatan olahraga dan Exstrakutikuler


Setelah dirasa sekolah memenuhi persyaratan melakukann kegiatan tatap muka, maka sekolah akan di berikan izin untuk bisa melakukan kegiatan tatap muka. Tetapi keputusan terakhir tetap di tangan orang tua, karena kegiatan ini tidak bersifat wajib. Berikut ini ada Video Penjelasan yang lebih kompleks, simak video berikut! 



Kredit Video by Majalah Bobo

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya