Fakta kepemimpinan Thomas Stamford Raffles


 Kredit foto by History.id


Pada zaman penjajahan kita semua tau tidak hanya Belanda yang menjajah negara kita, tetapi ada Portugis, Spanyol, Inggris, dan Jepang yang memperebutkan wilayah negara kita. Hal ini terjadi karena negara kita yang sangat subur dan memiliki hasil rempah-rempah yang sangat melimpah. Memang penjajah terlama adalah Belanda, tetapi aku akan membahasa mengenai kedudukan Inggris di masa kolonial dibawah kekuasaan Thomas Stamford Raffles. 


Siapa sih yang tidak kenal dengan Gubernur Jendral utusan kerajaan Inggris yang satu ini, ya benar dia yang menemukan bunga Rafflesia Arnoldi. Dia juga yang menetapkan pusat pemerintahan Hindia berada di Batavia. Mari kita simak penjelasan mengenai strategi politik, ekonomi dari Raffles ini.


Inggris memulai masa penjajahan nya tahun 1811

Gubjen Lord Minto secara resmi mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai penguasa baru sampai dengan tahun 1816. Pada bulan mei 1811 kedudukan Daendels digantikan oleh Wiliem Janssens. Pada tanggal 18 September 1811 Janssens menyerah kepada Inggris di dekat Salatiga. Lalu ditanda tangani perjanjian yang disebut Kapitalasi Tuntang tahun 1811 yang berisi: 

1. Pulau jawa dan daerah sekitarnya yang dikuasai Belanda diserahkan kepada Inggris.

2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris.

3. Orang-orang Belanda dapat dipekerjakan dalam pemerintahan Inggris.


Gubernur Jendral Lord Minto pada tanggal 18 September 1811 secara resmi mengangkat Raffles dengan pusat pemerintahan Inggris di Batavia.

Langkah-Langkah Raffles demi memperkuat kedudukan Inggris di tanah jajahan.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Raffles berpegang pada tiga prinsip: 

1. Segala bentuk kerja rodi dan penyerahan wajib dihapus, diganti dengan penanaman bebas oleh rakyat.

2. Peranan para bupati sebagai peemungut pajak dihapuskan dan para bupati dimasukkan sebagai bagian pemerintah kolonial.

3. Tanah milik pemerintah, maka rakyat penggarap dianggap sebagai penyewa.


Kebijakan Raffles dalam bidang pemerintahan

1. Raffles di dampingi oleh 3 penasehat yaitu: Gillespie, Mutinghe, Crassen. 

2. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 karesidenan.

3. Raffles menjalin hubungan baik dengan para pangeran dan penguasa yang membenci belanda.

4. Para Bupati dijadikan pegawai pemerintahan sehingga mereka mendapat gaji dan bukan lagi memiliki tanah dengan segala hasilnya.


Kebijakan Raffles dalam bidang ekonomi.

1. Pelaksanaan sistem sewa tanah (Land Rent).

2. Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.

3. Penghapusan kerja Rodi dan perbudakan

4. Penghapusan sistem Monopoli

5. Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan.


Akhir masa pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles.

Tahun 1816 Raffles mengakhiri masa pemerintahannya di Hindia, pads tahun 1814 diadakan konferensi London. Salah satu isi Konvensi London adalah Inggris harus mengembalikan tanah jajahan Hindia jepada Belanda. Dengan demikian pada tahun 1816 Kepulauan Nusantara kembali dikuasai oleh Belanda.


Nah sekian fakta-fakta dari kepemimpinan Thomas Stamford Raffles. Untuk lebih jelasnya akan aku sertakan Video berikut. 



Kredit Video by Gungun Misbah Gunawan

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya