Fakta tanam Paksa

 

Kredit foto by weschool.id


Masa awal penjajahan Belanda setelah merebut kembali dari negara Inggris di mulai dari tahun 1816. Pada saat itu Belanda berada dalam masa krisis, dikarenakan pemerintah Belanda menggelontorkan banyak uang untuk membiayai perang. Oleh sebab itu pemerintah Belanda terus mencari cara untuk memperbaiki kiris ekonomi yang sedang melanda negara mereka. Pada tahun 1829, seorang tokoh bernama Van den Bosch mengajukan usulan kepada Raja Belanda mengenai sistem politik dan ekonomi.


Menurut Van den Bosch untuk memperbaiki krisis ekonomi yang sedang melanda negaranya, harus dilakukan penanaman tanaman di tanah jajahan dengan tanaman yang laku di pasar dunia. Van den Bosch berprinsip tanah jajahan adalah sapi perah yang harus di eksploitasi semaximal mungkin untuk keuntungan penjajah. Sistem Tanam paksa yang di maksud Van den Bosch adalah dengan memanfaatkan tenaga dari pribumi dengan cara kerja rodi, konsep ini kemudian di kenal sebagai Cultuurstelsel yang artinya Tanam Paksa. Oleh karena usulam tersebut Van den Bosch diangkat menjadi Gubernur Jendral yang berkuasa di Indonesia.


Sistem Tanam Paksa

Secara unum Tanam Paksa adalah sistem yang mewajibkan para petani pribumi untuk menanam tanaman yang dapat diekspor di pasaran dunia. Dengan jenis tanaman tembakau, kopi, tebu, dll. Tanam Paksa juga di dukung dengan ketentuan Lembaran Negara Thn 1834 No.22 yang berisi:

1. Petani harus menyediakan ⅕ luas tanah miliknya

2. Tanah yang digunakan bebas pajak

3. Hasil panen wajib diserahkan kepada pemerintah

4. Pekerjaan diawasi penguasa pribumi

5. Penduduk bukan petani wajib bekerja di pabrik-pabrik atau perkebunan milik pemerintah


Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa

Dalam pelaksanaannya Sistem Tanam Paksa mengankat peran Penguasa Pribumi untuk menggerakkan para petani untuk menanam jenis tanaman yang laku di pasar dunia, selain itu Penguasa Pribumi juga sebagai perantara antara petani dan pemerintah. Para Penguasa Pribumi akan di beri Bonus Cultuur Procenten, semakin besar setoran hasil pertanian maka akan semakik besar pula bonus yang akan di dapat. Ini adalah awal dari penderitaan Pribumi. 


Cultuur Procenten

Adanya Cultuur Procenten memicu banyak terjadi penyelewengan dalam pelaksanaan sistem tanam paksa. Penyelewengan tersebut diantaranya luas tanah, ketentuan di awal kita sudah tau bahwa tanah untuk tanam paksa adalah ⅕ luas tanah petani. Namun dalam pelaksanaan nya malah lebih dari ⅕ bahkan lebih dari ½ luas tanah milik petani digunakan untuk tanam paksa. Dalam hal ini sudah jelas ketentuan di awal sangat berbeda dengan pelaksanaannya dari segi luas tanah, sampai waktu penanaman.


Keuntungan Belanda

Sudah jelas bahwa sistem tanam paksa ini melanggar HAM dan membawa penderitaan bagi rakyat Pribumi. Sementara itu Belanda menguruk keuntungan dari tanam paksa tersebut, terhitung sejak tahun 1831-1877. Kekayaan Belanda yang di dapat dari hasil tanam paksa sebesar 832juta Gulden. Karena keuntungan yang besar Belanda bisa membayar hutang VOC dan Benteng-Benteng bisa lanjutkan pembangunannya. Sistem Tanam Paksa memang memperbaiki ekonomi Belanda tetapi pelaksanaannya tidak manusiawi. Hak ini menimbulkan Pro dan Kontra di kalangan Elit Politik Belanda, kelompok yang Kontra di sebut Kelompok Liberal dan kelompok yang Pro disebut kelompok Konservatif.


Terbitnya 2 Buku Prokontra

Setelah panasnya Prokontra di kalangan Elit Politik Belanda, akhir nya ada yang menerbitkan buku mengenai tanam paksa ini, yaitu Buku yang berjudul Suiker Contracten karya Fransen van der Putte dan Max Havelaar karya Edward Douwes Dekker atau nama samaran nya Multatuli. Kedua buku ini memberikan kritik keras terhadap sistem tanam paksa. Sejak terbitnya buku ini secara berangsur sistem tanam paksa mulai di hapus, dan di gantikan dengan ekonomi liberal. Kegiatan ekonomi liberal adalah kegiatan ekonomi di tanah jajahan diserahkan di pihak swasta. Dalam penerapannya sistem usaha swasta ini tetap menimbulkan menderitaan kepada pra pribumi. 


Nah itu tadi fakta mengenai Sistem Tanam Paksa yang di cetuskan oleh Van den Bosch. Berikut ada Video penjelasan mengenai Sistem Tanam Paksa yang pernah terjadi di era Kolonialisme. 




Kredit video by Dinasti Ranti



Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya