Perbedaan Reseller dan Dropship + Tips Rahasianya!

Secara umum keuntungan dari dua model bisnis tersebut adalah tak perlu menyediakan modal dan juga tak perlu menyediakan gudang untuk keperluan stok. Sebab, semua itu sudah ditanggung oleh pihak pemilik produk. Yang harus dilakukan menjadi seorang reseller atau dropshipper hanyalah menjualnya. Lantas, apa sebenarnya perbedaan reseller dan dropship?

Reseller adalah sebuah model bisnis dimana penjual tidak harus mempunyai stok ketika bertransaksi dengan pelanggan. Namun seorang reseller harus sudah bekerjasama dengan pemiliki toko apabila ada pesanan datang. Dengan begitu, mereka bakal mendapatkan potongan harga tertentu karena sudah bekerja sama.

Seorang reseller akan membeli produk tersebut dengan harga yang telah ditentukan dan nantinya mereka akan jual lagi kepada pelanggan. Selisih harga tersebut menjadi profit yang menguntungkan bagi seorang reseller karena dia bisa menentukan sendiri berapakah harga produk yang harus diberikan.

Dropship adalah model bisnis dimana pihak ketiga bekerjasama dengan pemilik toko untuk menjualkan produk mereka. Namun, sang dropshipper tidak berhak untuk menentukan harga sebab sang pemilik produk yang akan melakukan pengiriman barang. Dengan kata lain, dropshipper hanya seorang perantara saja.

Keuntungan dropshipper ditentukan oleh sang pemilik toko berdasarkan harga produk. Dengan begitu, profit yang didapatkan mungkin tak sebesar dari reseller (tergantung dari kebijakan pemilik toko).

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Reseller atau Dropshipper
  • Cocok bagi Anda yang masih baru di dalam usaha atau bisnis online sehingga Anda tidak harus memproduksi barang Anda sendiri.
  • Meskipun Anda memiliki modal sedikit, namun Anda masih bisa menjalankan bisnis ini. Hal ini yang membuat semua orang berpotensi untuk terjun menjadi seorang dropshipper atau reseller.
  • Pasaran belanja online yang ada di Indonesia cukup besar. Kesempatan ini bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi seorang yang sukses di bisnis online. Untuk itu langkah pertama Anda bisa dimulai dengan menjadi seorang reseller atau juga dropshipper.
  • Resiko yang akan Anda dapatkan ketika menjadi seorang reseller atau dropshipper juga tidak terlalu besar sehingga nanti bisa Anda jadikan sebagai sebuah tes pasar untuk mengetahui kemampuan di dalam berbisnis online sebelum Anda benar-benar langsung terjun dan memproduksi barang Anda sendiri.
Kelemahan Menjadi Seorang Reseller Atau Dropshipper
  • Dikarenakan barang yang diproduksi tersebut bukan milik sendiri, maka kemungkinan Anda akan mengalami kehabisan barang dari supplier Anda sehingga mengakibatkan Anda tidak bisa berjualan untuk sementara waktu sampai stok barang benar-benar ada.
  • Terkadang, ketika barang yang Anda jual tersebut memiliki peminat yang tinggi, tetap saja Anda tidak bisa menjualnya ketika supplier tidak memberikan Anda barang. Jadi Anda harus menunggu sampai supplier mengirimkan barang kepada Anda.
  • Memiliki keuntungan yang tidak terlalu besar. Alasannya karena harga yang ditetapkan oleh supplier terkadang selisihnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan harga yang Anda buat untuk dijual ke konsumen.
  • Ketika Anda menjual barang dengan harga yang jauh lebih tinggi melebihi selisih yang diberikan oleh supplier, maka barang Anda tersebut biasanya minim pembeli.
  • Ketika ada suatu produk yang laris di pasaran, maka membuat banyak orang yang menginginkan sistem dropship maupun resell karena harus mengikuti permintaan pasar. Akibatnya, market menjadi keruh yang kemudian berdampak pada produk yang sulit digali.
  • Anda akan memiliki banyak pesaing, baik ketika menjadi reseller maupun dropshipper. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah dengan menyiapkan berbagai inovasi dan kreatifitas di dalam mempromosikan barang-barang Anda.
Berikut video perbedaan Reseller dan Dropship


Kredit : Niagahoster Indonesia

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya