9 Cara Merawat Laptop Agar Tidak Lemot


merawat laptop


Halo sobat sedekahresep, setelah memahami beberapa penyebab laptop menjadi lemot, hal berikutnya yang bisa Anda ketahui adalah cara merawat laptop yang tepat. Bukan cuma sekadar membersihkan dari debu, perawatan komponen lain pada laptop juga memberikan pengaruh ke kinerja komputer jinjing tersebut. Berikut ini 9 cara  yang bisa kamu lakukan;

Hapus Aplikasi Tak Terpakai


Selain Anda meng-install sendiri, biasanya sudah ada aplikasi atau software yang terpasang saat membeli laptop. Bahkan ada juga beberapa program yang mungkin tanpa sadar ter-install otomatis lewat Adware. Jika dibiarkan, tentu jumlah aplikasi pada laptop bakal membengkak dan bisa membuat kinerjanya lemot. 

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa mencoba untuk menghapus program atau aplikasi yang tidak terpakai. Caranya mudah, tinggal uninstall saja di drive C:/ atau drive lain yang biasa dijadikan tempat penyimpanan file utama sebuah aplikasi. Cara perawatan laptop ini sangatlah penting karena dengan menghapus aplikasi-aplikasi tak berguna, membuat RAM dan HDD pada laptop lebih lega sehingga tidak jadi lemot.

Bersihkan Komponen Dalam Laptop


Jika Anda sudah ahli dalam bongkar pasang laptop, maka cara terakhir yang bisa dilakukan adalah membersihkan komponen atau hardware laptop dari debu. Dengan membersihkan debu-debu yang menempel di tombol-tombol keyboard atau bagian bodi laptop, maka sirkulasi dan ventilasi udara di komputer jinjing tersebut bakal lebih leluasa sehingga laptop tak mudah panas.

Saat membongkar komponen dalam laptop ini, Anda juga bisa mengganti thermal pad dan thermal pasta secara bersamaan karena memang layak diganti bersama. Hanya saja supaya proses membersihkan komponen dalam laptop ini bisa optimal, pastikan Anda memiliki keahlian reparasi laptop atau dibawa ke tukang servis laptop.

Gunakan Laptop Sesuai Spesifikasi


User tentunya harus mengetahui spesifikasi dari laptop yang di miliki. Dan user pun harus menginstall aplikasi yang sesuai dengan spesifikasi laptop. Apabila menginstall aplikasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada pada laptop, maka jangan heran apabila laptop nantinya akan menjadi lemot, meskipun baru dimiliki.

Remove Aplikasi di Startup


Startup merupakan suatu saat dimana laptop mulai beroperasi. Biasanya ketika melakukan startup, aplikasi yang akan berjalan adalah aplikasi penting, seperti antivirus. Usahakan jangan terlalu banyak aplikasi yang masuk ke dalam startup, karena hal ini akan menyebabkan aplikasi tersebut akan working in background, yang akan memakan kapasitas dari RAM.

Bersihkan Cache


Sekadar informasi, dalam setiap perangkat komputer akan muncul yang namanya cache. Cache sendiri adalah file sampah dari sisa pemrosesan data. Makin banyak program yang dijalankan pada laptop, bisa dipastikan kalau file cache juga makin besar tersimpan di HDD. Bisa dibayangkan kalau terlalu besar sampai membuat kapasitas HDD habis, maka laptop akan lemot.

Untuk bisa membersihkan cache pada laptop tidaklah sulit. Anda bisa memakai aplikasi pembersih sampah seperti CC Cleaner. Dengan fungsi yang sangat istimewa, CC Cleaner justru memiliki ukuran kecil dan bisa digunakan baik di Windows 32-bit atau 64-bit. Namun saat Anda hendak membersihkan cache, pahami instruksi yang diminta supaya tidak ikut menghapus file-file pada sistem laptop yang bisa membuatnya rusak.

Laptop Jangan Dimatikan Paksa


Ketika laptop Anda lemot karena terlalu banyak membuka aplikasi, sebaiknya jangan cepat untuk mematikan laptop secara paksa. Kenapa begitu? Hal tersebut akan berdampak pada kondisi HDD laptop Anda. Kalau memang harus dimatikan paksa, pastikan itu dalam kondisi yang benar-benar urgent atau saat laptop benar-benar lambat merespon perintah.

Pada umumnya, kinerja laptop bisa tersendat dan lambat respon selama 15-30 menit saja. Kalau memang laptop terus tertunda selama lebih dari waktu itu, maka langsungs aja tekan tombol power secara paksa hingga laptop mati.

Pembersihan drive C dan Uninstall Aplikasi Besar


Pembersihan drive C juga penting, serta melakukan proses uninstall dari program dan juga aplikasi yang memberatkan laptop. Seiring dengan bertambah usia maka performa laptop pun akan menurun, sehingga diperlukan pembersihan dari aplikasi yang berat dan memakan kapasitas memori yang besar.


Pakai Kipas Pendingin


Cara berikutnya untuk merawat laptop adalah dengan menggunakan kipas pendingin. Kalau Anda rutin menggunakan kipas pendingin yang biasanya disambungkan lewat kabel USB ini, maka suhu laptop tidak akan terlalu panas, sehingga jauh lebih stabil dan membuat hardware tidak bermasalah lantaran terlalu panas. Untuk membeli perangkat kipas pendingin portable inipun tidak sulit karena bisa ditemukan mudah di toko-toko perangkat komputer. 

Jika tidak ada pendingin laptop Anda bisa memindah posisi bekerja dengan meletakkan laptop di atas meja supaya sirkulasi udara lancar, sehingga suhu laptop tidak gampang panas. Ingat, jangan biasakan bekerja dengan meletakkan laptop di atas kain karena bisa membuat suhu melonjak tinggi.

Defragment Hard Disk


Perlu diketahui, HDD adalah salah satu perangkat laptop yang paling penting dan sensitif. Jika HDD rusak, maka laptop tidak bisa digunakan kembali. Agar bisa mencegah kerusahan HDD secara dini, ada baiknya untuk rutin melakukan defragment pada HDD dalam waktu tiga bulan sekali. Apakah proses defragment ini sangat penting? Tentu saja karena berfungsi untuk mengecek kerusakan pada HDD entah besar atau kecil seperti bad sector. 

Kalau sebuah laptop mengalami bad sector cukup banyak. harus segera dibenahi supaya kerusakan tidak merembek ke komponen lain. Ada baiknya Anda juga mempertimbangkan memakai aplikasi HDD Sentinel yang akan melarang seluruh proses pengolahan data jika kondisi kesehatan HDD utama di bawah 20%.





Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya