Asuransi Pendidikan : Manfaat, Cara Kerja, dan Resiko


asuransi pendidikan


Asuransi pendidikan merupakan produk yang digunakan sebagai perlindungan dan investasi untuk anak sebagai pihak terjamin maupun ahli waris pemegang polis. Biasanya asuransi pendidikan juga meliputi asuransi jiwa.


Jadi, bila pemegang polis meninggal dunia, maka ahli waris dalam hal ini anak akan memperoleh sejumlah uang pertanggungan dan dana pendidikan berdasarkan perjanjian yang ada di dalam polis. Biasanya dana dari asuransi jiwa akan berkembang setelah masuk tahun ke-6.


Manfaat asuransi pendidikan anak 


Beberapa di antaranya menjamin biaya pendidikan anak di masa depan, sebagai investasi jangka panjang di masa depan, dan bisa dimanfaatkan sebagai asuransi jiwa.


Yang perlu dicatat, setiap kali anak berganti jenjang pendidikan, perusahaan asuransi biasanya memberikan biaya pendidikan sekian persen tergantung ketentuan perusahaan. 


Cara Kerja Asuransi Pendidikan

Memilih asuransi pendidikan merupakan bekal penting yang mesti dimiliki setiap orangtua. Asuransi memberikan jaminan bahwa anak akan mendapatkan pendidikan maksimal, dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Asuransi menjamin anak mendapatkan pendidikan terbaik bahkan ketika tulang punggung tak lagi bisa membiayai sekolahnya.


Umumnya ada perbankan Indonesia, mengaplikasikan cara kerja asuransi pendidikan dengan skema unit link. Yakni asuransi yang memberikan proteksi sekaligus menawarkan keuntungan dari investasi. Cara kerja asuransi pendidikan ini adalah pemegang polis membayar premi kepada perusahaan asuransi.


Kemudian perusahaan asuransi melalui manajer investasi akan mengelola dana yang ada dengan belanja di instrumen keuangan seperti Reksa Dana dan Surat Hutang, sehingga dana premi yang Anda bayar ini dapat berkembang dan menghasilkan return di akhir tahun.


Return ini akan diinformasikan secara berkala oleh pihak perusahaan, dan biasanya digunakan setiap kali Anda mengajukan klaim. Sehingga saat masa pertanggungan berakhir Anda masih memiliki uang pertanggungan dengan jumlah maksimal sesuai premi yang telah dibayar.


Namun jumlah return yang dihasilkan bakal berbeda setiap nasabahnya, tergantung kepiawaian manajer investasi dalam mengelola dana yang Ada.


Asuransi pendidikan unit link ini biasanya ditawarkan secara berjangka untuk kurun waktu 10,15 dan 20 tahun. Menariknya, setelah masa pertanggungan berakhir, asuransi pendidikan masih bisa diperpanjang oleh tertanggung sampai batas waktu yang telah disepakati.


Resiko Memilih Asuransi Pendidikan

Memilih asuransi pendidikan memang memberikan jutaan manfaat bagi kita. Namun bukan tanpa resiko. Karena sebagian besar asuransi pendidikan ini menawarkan skema unit-link yakni produk proteksi sekaligus investasi maka ada resiko kerugian yang juga bisa dialami setiap pemegang polis.


Berikut adalah beberapa resiko yang bisa saja menimpa tiap nasabah:

Tidak dijamin oleh LPS

Karena asuransi pendidikan bukan termasuk produk perbankan maka setiap kerugian yang dirasakan oleh nasabah tidak menjadi tanggungan pemerintah karena tidak dijamin oleh LPS.


Posisi bank biasanya hanya berperan sebagai perantara. Jika perusahaan asuransi merugi Anda pun harus rela jika keuntungan yang didapat tidak sesuai harapan, atau bahkan hilang sama sekali.


Adanya potongan biaya

Perlu Anda ketahui bahwa setiap memilih asuransi pendidikan akan dibebankan berbagai biaya. Seperti biaya tahunan dan administrasi. Sehingga mungkin jumlah premi yang akan dikembalikan kepada kita dalam bentuk klaim tidak akan sebesar perkiraan awal.


Biasanya jumlah potongan besar akan terjadi di lima tahun pertama. Jadi jangan heran ya ketika besar dana asuransi pendidikan saat tidak sesuai ekspektasi.


Upayakan tidak mencairkan dana asuransi ini di 5 tahun pertama, atau jika sudah kepalang mengambil jenjang premi 5 tahun naikkan ke-10 tahun agar potongan biaya ini tidak terasa sangat besar.


Jangka pembayaran premi lebih panjang

Salah satu iming-iming yang sering didengungkan oleh para agen asuransi pendidikan adalah jangka pembayaran premi yang pendek. Padahal nyatanya tidak selalu demikian.


Jika investasi yang dilakukan manajer investasi tidak berjalan baik dan tidak menghasilkan keuntungan biasanya pemegang polis sulit mencairkan dana pertanggungan asuransi.


Biasanya pihak perusahaan asuransi juga akan meminta Anda untuk memperpanjang masa pembayaran premi untuk mengolah kembali dana investasi sampai menghasilkan keuntungan.


itulah beberapa resiko yang kemungkinan dialami jika Anda memilih asuransi pendidikan. Karena itu pilihlah profil perusahaan yang kredibel dan terpercaya dengan track record baik. Anda bisa mengecek track record dan kredibilitas mereka di berbagai e-commerce asuransi.


Return tidak sesuai janji


Sudah dijelaskan di awal bahwa dana premi yang disetor kepada perusahaan asuransi akan diputar ke berbagai produk instrumen investasi keuangan.


Memang umumnya perusahaan asuransi bakal menjanjikan return besar yang akan dinikmati setelah tahun ke-5 pembayaran premi. Namun mereka kerap lupa menyampaikan bahwa investasi tidak selalu memberikan keuntungan.


Ada kalanya investasi juga merugi, terlebih jika kondisi ekonomi dalam negeri sedang tidak baik. Anda harus siap menelan ludah ketika perusahaan asuransi mengatakan tidak ada keuntungan yang dibukukan, atau bahkan harus kehilangan seluruh dana Anda karena perusahaan asuransi salah langkah dan merugi.






Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya