Asuransi Rumah atau Properti : Definisi, Jenis, dan Manfaat

asuransi rumah


Asuransi rumah adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap timbulnya kerugian akibat terjadinya kebakaran, tindak pencurian, atau kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam.
Dengan memiliki asuransi rumah, maka segala bentuk risiko kerugian yang muncul akibat berbagai hal yang disebutkan di atas, akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. 

Jika kamu tidak memiliki asuransi, maka segala kerugian yang timbul akibat adanya kejadian seperti gempa, banjir, kebakaran akan menjadi tanggung jawab mu sendiri. 

Mudah jika Anda memiliki dana yang cukup, namun bagaimana jika Anda tidak memiliki dana untuk hal tersebut? Maka bisa dipastikan Anda dan keluarga akan terpuruk dan mengalami kesulitan keuangan, gangguan dalam menangani pekerjaan yang mendatangkan penghasilan tetap setiap bulannya, sulit untuk kembali ke posisi atau kondisi awal.

Jangan pernah sepelekan masalah asuransi rumah, perlindungannya sangat besar dan memiliki manfaat yang sangat penting bagi Anda dan keluarga. Bukan hanya kerusakan besar saja, namun berbagai perbaikan kecil lainnya akibat bencana alam juga akan dicover olehnya.

Jenis Asuransi Rumah


Berdasarkan layanan yang diberikan, asuransi rumah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

1. Property All Risk / Industrial All Risk


Ini merupakan jenis asuransi kebakaran yang bersifat unnamed perils, yakni memberikan jaminan terhadap seluruh resiko yang terjadi pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan, 


kecuali risiko-risiko yang tertera pada pengecualian, yaitu: perang, terorisme, nuklir dan radioaktif; keterlambatan, kehilangan pangsa pasar atau gangguan usaha; kesengajaan, ketidakjujuran karyawan: kerusakan mekanik dan boiler; aus, korosi, sifat barang itu sendiri; polusi atau kontaminasi.


Jaminan yang diberikan oleh layanan Asuransi Property All Risks (PAR), mencakup:
1. Jaminan untuk kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan huru hara.
2. Jaminan untuk angin topan, badai, banjir dan kerusakan akibat air.
3. Jaminan untuk gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami.
4. Jaminan untuk tanah longsor dan pergerakan tanah.


Pada dasarnya, asuransi Properti All Risk (PAR) hanya berlaku bagi bangunan non industri, seperti: kantor, rumah tinggal, rumah sakit, sekolah dan berbagai bangunan properti lainnya. Sedangkan untuk bangunan industri, seperti: pabrik, gudang, mall dan toko, akan digunakan asuransi jenis Industrial All Risk (IAR)

2. Polis Standard Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI)

Asuransi ini merupakan polis standard yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai bentuk layanan asuransi kebakaran. Manfaat dari produk asuransi properti ini adalah memberikan perlindungan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh: kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang (aircraft), dan asap (smoke).

Namun, selain manfaat utama yang tercantum dalam PSAKI tersebut, asuransi kebakaran dapat diperluas dengan jaminan atas risiko lainnya yang tidak dijamin dalam PSAKI, antara lain:


1. Kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, huru hara.
2. Banjir, angin topan, badai dan kerusakan karena air.
3. Tanah longsor.
4. Kebongkaran.
5. Business interuption (kehilangan keuntungan)


Cara Kerja Asuransi Rumah


Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk, maka tentu Anda selalu ingin tahu mengenai pola atau cara kerja dari produk tersebut. dengan demikian, maka Anda tidak akan kecewa atau bahkan merasa dirugikan akibat terjadinya pembelian yang dilakukan. 

Hal ini juga akan berlaku di dalam asuransi rumah, Anda tentu ingin mengetahui secara jelas manfaat serta cara kerja yang diterapkan oleh perusahaan asuransi di dalam produk yang akan Anda beli.

Contoh:  Anda memiliki sebuah rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi, dengan nilai pertanggungan rumah sebesar Rp400.000.000,-.

Nilai pertanggungan akan didapatkan dengan cara menghitung jumlah dana yang akan dibutuhkan untuk membangun rumah seluas 100 meter tersebut pada saat ini. Jika saat ini dibutuhkan dana sebesar Rp4 juta untuk membangun setiap satu meter persegi, maka untuk rumah seluas 100 meter persegi akan dibutuhkan dana sebesar Rp400.000.000,-.


Namun, selain bangunan fisik rumah, Anda juga bisa mengasuransikan aset yang terdapat di dalam rumah tersebut. Misalnya nilai aset yang Anda miliki adalah sebesar Rp 100.000.000,-, maka nilai total pertanggungan Anda adalah sebesar Rp500.000.000,-

Setelah mendapatkan nilai pertanggungan, maka Anda bisa mengalikan nilai tersebut dengan satuan permil, sehingga akhirnya Anda menemukan nilai premi tahunan yang wajib Anda bayarkan, yakni sebesar Rp750,000. Jumlah ini tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan nilai pertanggungan yang akan Anda dapatkan, bukan?

Apa Saja yang Ditanggung?

Secara umum, asuransi rumah melindungi 4 macam insiden dalam properti.
Keempat hal itu seperti kerusakan interior, kerusakan eksterior, kehilangan atau kerusakan aset atau kepemilikan, serta terjadinya luka untuk seseorang saat terjadinya kerusakan pada properti.


Saat klaim dibuat, para pemegang polis diharuskan membayar biaya premi per tahunnya dalam waktu yang sudah ditentukan.
Nominal jumlah pastinya lebih murah dibandingkan dengan jumlah pertanggungan dari asuransi tersebut.

Pentingnya Asuransi Rumah

Masih banyak yang menyepelekan pentingnya asuransi rumah padahal asuransi ini memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:

1. Melindungi nilai rumah

Rumah adalah salah satu investasi terbesar yang dilakukan seseorang dalam hidupnya. Bahkan banyak orang beranggapan, hunian dapat dijadikan aset yang nilainya terus bertambah.

Apalagi jika kita melakukan berbagai renovasi, nilai rumah pun akan semakin meningkat. Di sinilah manfaat asuransi dapat melindungi properti seperti rumah
Ketika suatu risiko terjadi di kemudian hari, perusahaan asuransi akan melakukan penggantian, sehingga kamu tak perlu khawatir akan kehilangan nilai dari properti.

2. Memberi tempat sementara ketika risiko terjadi

Tidak hanya memberikan jaminan pada properti saja, asuransi rumah juga memberikan tempat perlindungan sementara bagi pemegang polis yang mengalami kerusakan rumah akibat dari bencana alam.


Misalnya saja ketika ada pemegang polis yang rumahnya rusak akibat banjir dan mengakibatkan pemilik rumah tidak memiliki tempat tinggal untuk beristirahat untuk sementara waktu.
Beberapa asuransi menawarkan pembiayan akomodasi sampai rumah yang diasuransikan selesai diperbaiki dan dapat ditinggali.

3. Melindungi risiko kehilangan

Asuransi rumah bekerja tak hanya untuk melindungi kerusakan rumah, tetapi juga kehilangan pada benda-benda berharga lainnya. Insiden perampokan tentunya akan membuat kerugian yang sangat banyak. Asuransi ini bisa melindungi barang berharga dan akan mengganti nilai kerugian sesuai yang disepakati.

4. Adanya perluasan jaminan

Beberapa perusahaan asuransi menawarkan perluasan jaminan dari standar yang sudah ditentukan sebelumnya. Umumnya asuransi menanggung kerusakan akibat gempa bumi, kebakaran, banjir, atau angin topan.

Di luar itu ada juga yang menawarkan perluasan seperti kerusakan akibat kerusuhan, tersambar petir, huru-hara, terorisme, banjir, hingga kejatuhan pesawat terbang.





Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya