Filosofi Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara


Kredit foto by kompas.com


Hai good people, kali ini aku akan memberikan informasi mengenai Filosofi Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara. Pernah gak kamu merasa, pelajaran yang di berikan pada saat duduk di bangku sekolah dulu, ada faedahnya dengan kehidupan mu sekarang?. Contohnya, Perang Diponegoro terjadi pada saat sehabis magrib pada tahun 1825-1830. Dari contoh tersebut pernah gak kamu berfikir, pelajaran kayak gitu apa sih faedahnya buat kehidupan kamu?.


Pada topik kali ini aku akan memberikan informasi mengenai, pelajaran yang menurut kalian tidak berfaedah dengan kehidupan kalian, tetapi masih digunakan hingga sekarang. Ki Hajar Dewantara dengan nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini adalah tokoh utama dunia pendidikan di negara kita ini. Berikut penjelasan Filosofi Pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajara Dewantara.


Profil Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara ini adalah Putra Bangsawan yang mendapatkan Beasiswa di sekolah Kedokteran di Batavia. Di sekolahnya beliau sering membuat kritik-kritik tajam mengenai sistem pemerintahan Belanda, alhasil Ki Hajar Dewantara di keluarkan dari sekolahnya, dan menjadi seorang wartawan. Saat menjadi wartawan kritik Ki Hajar Dewantara semakin menjadi-jadi bahkan sampai dibuang ke Belanda. Dan saat dibuang ke Belanda Ki Hajar Dewantara malah belajar lebih giat lagi, hal ini dikarenakan buku-buku dengan penulis terkenal di seluruh dunia ada di negara itu, bahkan lebih lengkap dari negara Indonesia, kala itu. 

Maria Montessori

Maria Montessori adalah ilmuan, tenaga pendidik, berkebangsaan Itali. Maria membuat Filosofi dan Kurrilum pendidikan yang bahkan sampai sekarang Kurrikulum tersebut masih dipakai di Sekolah-sekolah Elit Dunia. Dengan belajar mengenai Kurrikulum dari Maria, Ki Hajar Dewantara membawa ilmu tersebut ke Indonesia untuk dijadikan pendidikan dasar ala Ki Hajar Dewantara, dan diterapkan di Taman Siswa, Perkumpulan Selasa Kliwon, dan untuk Indonesia secara keseluruhan pada saat beliau jadi Menteri Pendidikan.

Tujuan Pendidikan

Menurut Ki Hajar Dewantara tujuan Pendidikan adalah Memerdekakan Manusia, lantas Manusia yang merdeka itu seperti apa?. Menurut Ki Hajar Dewantara Manusia yang merdeka adalah manusia yang Selamat Raganya dan Bahagia Jiwanya. Dan secara tidak langsung kata Bahagia dan Selamat adalah tujuan kita untuk hidup, bukan begitu?. 

Peran penting Pendidikan 

Menurut Ki Hajar Dewantara ada 3 peran penting pendidikan, yaitu:

- Memajukan dan Menjaga diri
- Memelihara dan menjaga Bangsa
- Memelihara dan menjaga Dunia

Ki Hajar Dewantara menyebut itu dengan sebutan Filosofi Tri Rahayu, dia percaya bahwa semua itu berhubungan dan semuanya berkontribusi pada kepentingan yang lebih besar. Artinya begini, jika kamu sudah merasa Bahagia dan Selamat, lantas orang-orang disekitar kamu apakah juga merasa seperti yang kamu rasakan atau tidak?. Jika kamu sudah merasa merdeka dan di lingkungan kamu juga merdeka, maka orang-orang akan bahagia dan negaranya juga bahagia, Inti dari Filosofi tersebut adalah Jika kamu merdeka maka bantulah orang disekitar kamu untuk merdeka, sehingga semakin banyak orang yang merdeka, maka lingkungan tersebut akan damai. Memerdekakan diri sendiri adalah langkah awal memerdekakan keluarga. Memerdekakan keluarga adalah langkah awal memerdekakan suatu daerah. Memerdekakan daerah adalah langkah awal memerdekakan negara.

Filosofi Trikon

Ki Hajar Dewantara membeberkan Trikon dengan sebutan, Pendidikan itu Kontinu, Konvergen, dan Konsentris. Kontinu artinya berkelanjutan, hal ini memiliki arti bahwa apa yang kalian capai hari ini adalah hasil dari apa yang kalian pelajari pada masa lalu kalian. Konvergen artinya Ilmu itu harus dari berbagai sumber. Ini memiliki arti bahwa kalian harus mendapatkan ilmu dari zona nyaman kalian, karena kalian akan mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan oleh sekolah, jika kalian berani mencari ilmu di luar sekolah/zona nyaman kalian. Konsentris memiliki arti belajar dari luar itu boleh, tetapi jangan lupa disesuaikan juga dengan identitas dan konteks yang ada dihidup kita masing-masing. Hal ini akan memberikan kita cara pandang untuk mendapatkan ilmu diluar sekolah sesuai paham Konvergen, tetapi di dasari dengan paham Konsentris.


Nah menarik bukan?, Jika kalian sudah memahami filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, maka kalian akan semangat untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Berikut aku sertakan juga Video yang membahasa komplek tentang Filosofi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara.



Kredit video by Satu Persen - Indonesia Life School

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya