Hal Yang Wajib Diperhatikan Sebelum Menabung

tips menabung


Halo sobat sedekahresep, kamu pasti pernah mengalami kesulitan dalam menabung karena godaan dari lingkungan sekitarmu. Padahal, kamu benar-benar ingin membeli suatu barang yang harganya melebihi satu kali gajimu. Untuk membantu masalahmu, berikut adalah tips menabung yang bisa kamu lakukan ; 


Tentukan target angka dan waktu menabung

Cara menabung paling efektif adalah dengan mengetahui target serta waktu yang diperlukan agar tabungan kita tercapai.  Kita bisa memperkirakan harga barang yang kita minati, atau anggaran kasar total biaya. Kemudian, kita tentukan waktu menabung yang kita inginkan untuk mencapai tabungan tersebut. Cara menabung 50 juta dalam setahun tentunya berbeda dengan cara menabung 20 juta dalam setahun. Dengan kalkulator menabung, kita bisa menghitung besar angka yang harus kita tabung setiap bulannya.


Gunakan kalkulator menabung

Tips menabung berikutnya, kita bisa memanfaatkan kalkulator menabung. Sebagai perhitungan, kita anggap saat ini tabungan kita sebesar 10 juta rupiah dan kita ingin menabung hingga mencapai 100 juta rupiah. Jika kita menabung di bank dengan bunga 6% per-tahun selama 3 tahun (36 bulan), maka setiap bulannya kita harus menabung sebesar Rp 2.237.974. Kamu bisa mengubah angka di kalkulator untuk menyesuaikan dengan tujuan menabung-mu.


Tentukan tujuan 

Tips menabung pertama yang bisa kita aplikasikan adalah dengan menentukan tujuan yang jelas. Sehingga, kita akan lebih termotivasi untuk membiasakan diri dalam menabung. Berikut ini cara menabung yang benar yang bisa kamu ikuti:


Buat tujuan rencana keuangan dan tujuan berdasarkan jangka waktu

Tuliskan semua keinginan yang ingin kamu capai dengan menabung. Biasanya, semua orang akan menuliskan keinginan-keinginan seperti membeli kendaraan, gadget baru, jalan-jalan, berangkat haji, atau menikah. Setelah itu menuliskan keinginan yang kita miliki, silahkan jabarkan berdasarkan jangka waktu pencapaiannya.


Tentukan prioritas dan pilih sesuai kebutuhan

Tidak semua hal yang diinginkan memiliki prioritas yang sama. Pastikan jujur pada diri sendiri dalam memberikan penilaian dan memilih sesuai dengan kebutuhan yang penting.

Jika saat ini ponsel masih bisa digunakan, mungkin lebih penting untuk membeli laptop dan menunjang produktivitas. Jika tidak mengalami kendala selama ini untuk beraktivitas dengan kendaraan umum, mungkin belum mendesak untuk membeli motor atau mobil. Nah, contohnya dalam kasus ini kita pilih biaya menikah dan membeli laptop baru sebagai prioritas utama.

Buat anggaran dan menabung sesuai target

Sisihkan, Bukan Sisakan

Hal terpenting dalam menabung adalah menyisihkan anggaran menabung dengan disiplin di setiap awal bulan atau setelah mendapatkan pemasukan. Dengan menyisihkan di awal, akan mengurangi risiko godaan untuk menggunakan uang. Berbeda halnya jika kita menyisakan, maka nilai tabungan tidak akan konsisten dan bisa jadi kita tergoda untuk menggunakan uang di luar anggaran awal.


Penuhi persentase menabung minimal

Dalam perencanaan keuangan, sebaiknya menabung minimal 10% dari penghasilan bulanan. Jika menabung kurang dari 10%, maka keuanganmu masuk dalam kategori tidak sehat dan harus segera melakukan penghematan.

Lantas, apakah ada angka maksimal untuk menabung? Tentunya tidak. Semakin besar porsi tabungan, semakin banyak pula tujuan finansial yang dapat tercapai kedepannya.


Pisahkan tabungan ke rekening yang berbeda

Tips menabung berikutnya yang layak kita coba adalah dengan memiliki rekening terpisah, khusus untuk tabungan dan kegiatan sehari-hari. Selain mempermudah kita melihat saldo untuk kebutuhan sehari-hari, memisahkan rekening juga mempermudah kita untuk menahan diri menggunakan uang tabungan dengan cara tidak membawa kartu debit tabungan ketika bepergian.


Tetap disiplin mengikuti anggaran tabungan

Setelah semua langkah di atas, kunci berikutnya adalah disiplin dalam mengikuti anggaran yang sudah kita buat. Jangan sampai pengeluaran membengkak melebihi anggaran, apalagi sampai berhutang. Lantas bagaimana jika pengeluaran bulanan kita terlalu besar, sehingga sulit untuk menyisihkan dana untuk menabung? Untuk mengatasi ini, kita harus mulai melakukan penghematan.


Catat pemasukan dan pengeluaran saat ini

Uang untuk menabung pada dasarnya didapatkan dari pemasukan setelah digunakan untuk pengeluaran. Dengan memiliki pencatatan keuangan yang jelas, kita bisa mengerti bagaimana mengalokasikan anggaran untuk menabung. Apabila kamu baru saja bekerja, tips menabung bagi karyawan ini wajib kamu coba. 


Catat pemasukan 

Dimulai dengan mencatatkan pemasukan rutin-mu setiap bulan seperti gaji, keuntungan bisnis, pekerjaan sampingan, komisi penjualan, atau pemasukan lain yang didapatkan setiap bulannya. Jika memiliki penghasilan yang tidak tetap, kamu bisa memberikan nilai rata-rata yang cukup stabil sebagai estimasi.


Catat pengeluaran 

Tips menabung berikutnya adalah dengan mencatat pengeluaran bulanan sedetail mungkin. Kita bisa mencari kembali rekam jejak pengeluaran dari tagihan kartu kredit, bukti transfer, atau nota belanja yang kita simpan. Setelah mencatat keduanya, kita bisa melihat berapa besar angka yang dapat kita menabung setiap bulannya. 


Berhemat

Pada dasarnya berhemat adalah langkah-langkah yang kita lakukan untuk mengurangi pengeluaran. Beberapa tips berikut ini akan membantumu untuk mulai memotong pengeluaran:


Potong pengeluaran hiburan

Hiburan memang elemen penting agar menghilangkan penat dan stres. Sudah sewajarnya setiap orang menganggarkan sebagian dari penghasilan mereka untuk menonton bioskop, membeli video game, atau hiburan lainnya. Namun jika memiliki tujuan finansial mendesak atau kebutuhan menabung yang lebih penting, pengeluaran ini yang akan pertama kali kita kurangi.


Stop biaya berlangganan

Jaman sekarang, banyak layanan atau jasa dengan sistem langganan. Mulai dari tv kabel, streaming musik, streaming film, majalah, atau langganan lain seperti gym. Biaya berlangganan setiap bulan ini bisa memakan porsi besar, lho.


Berbagi dan ringankan pengeluaran

Tidak semua pengeluaran perlu kita tanggung sendiri. Kita bisa berbagi pengeluaran dengan teman atau keluarga. Contohnya, jika ada rekan kerja yang tinggal berdekatan, kita bisa berangkat kerja bersama dan berbagi ongkos. Lumayan kan, bisa memotong setengah anggaran transportasi.


Bawa bekal dan tidak jajan

Untuk karyawan atau mahasiswa, biasanya salah satu pengeluaran terbesar adalah untuk makan siang dan malam di restoran. Memasak sendiri dan membawa bekal dari rumah memang repot, tapi kami bisa hemat hingga 60% dari biaya makan dan minum, lho! 

Tips menabung untuk karyawan dengan cara ini cukup membantu dan meningkatkan aset atau tabungan.


Ikuti daftar belanja sesuai kebutuhan

Pengennya belanja 5 produk, pulangnya bawa 20. Hal ini sudah biasa terjadi karena kita tidak bisa menahan godaan mata ketika berbelanja. Untuk mengatasi hal ini, pastikan kita mengikuti daftar belanjaan yang sudah ditentukan sebelumnya dan segera selesaikan belanjaan. 


Beli barang yang awet

Awalnya mau ngirit, akhirnya beli barang murah di bawah pasaran yang ada di e-commerce tapi ujung-ujungnya baru kita pakai seminggu sudah rusak. Daripada beli barang murah tapi cepat rusak, lebih baik agak mahal sedikit tapi bagus dan awet dalam jangka waktu lama.


Perbaiki, jangan dibuang

Kalau memang barang yang kita gunakan bisa diperbaiki dan dipakai, ngapain harus dibuang dan beli baru? Jangan-jangan alasan untuk membuangnya adalah karena kita “bosan” dengan barang tersebut.


Pinjam, sewa, atau beli second

Apakah harus bagi kita untuk membeli gaun pengantin atau baju adat untuk pernikahan? Atau perlukah kita membeli baby swing, baby car seat, atau perlengkapan bayi lainnya yang mahal di toko atau e-commerce? Tidak semua barang yang ada harus kita miliki saat kita butuhkan. Ada baiknya untuk sewa saja atau pinjam ke saudara, atau jika memang harus punya, tinggal cari yang bekas atau second.


Selalu bertanya, apakah butuh?

Ada beragam sepatu di pasar dengan harga yang bervariasi. Ketika sepatu kita rusak dan tak bisa ditambal, maka kita “butuh” sepatu baru untuk beraktivitas. Namun jika sudah memiliki banyak sepatu yang layak pakai dan kita masih ingin membeli sepatu baru, maka itu tandanya kita “tidak butuh” sepatu melainkan “ingin” punya yang baru. Tanyakan lah pada diri sendiri sebelum membeli, dan prioritaskan untuk membeli apa yang kita butuhkan.

Jangan berhutang

Ada hutang baik dan ada juga yang buruk. Ketika kita berhutang untuk kebutuhan konsumtif seperti untuk belanja pakaian, beli gadget, atau barang-barang hobi lainnya, maka kekayaan kita akan terus berkurang karena nilai dari barang-barang tersebut akan mengalami penyusutan. Lain halnya jika kita mengajukan kredit untuk beli rumah, atau mencicil aset lain yang bisa mendatangkan penghasilan pasif bagi kita.


Cari penghasilan tambahan

Selain berhemat, tidak ada salahnya menambah penghasilan agar dapat menambah tabungan. Apabila kamu sedang berencana untuk menikah, berikut ini beberapa tips menabung untuk menikah yang bisa dicoba:

Jual barang bekas dan hidup minimalis

Menimbun barang yang tak terpakai karena memiliki nilai sejarah atau menganggapnya berguna suatu hari, bukanlah hal yang baik. Perilaku ini jelas bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan sosial bagi diri sendiri maupun orang lain yang hidup bersamanya.

Oleh karena itu, daripada melihat tumpukan barang di rumah kita, lebih baik sulap saja jadi uang dengan menjualnya.

Negosiasi gaji

Jika sudah lama bekerja, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kembali dan berbicara dengan atasan untuk kenaikan gaji. Biasakanlah untuk melakukan negosiasi atau tawar-menawar agar apa yang kita dapatkan bisa sesuai dengan ekspektasi, dan nantinya kita pun bisa makin semangat dalam bekerja.

Cari pemasukan sampingan

Memiliki pemasukan sampingan tentu bisa membantumu dalam menambah penghasilan bulanan dan menyehatkan keuangan. Pemasukan itu bisa didapat lewat menjalani pekerjaan paruh waktu yang dilakukan sebelum, saat, atau usai jam kerja kantor berakhir. Atau bisa juga didapat lewat mengajar atau memberikan training sesuai dengan keahlian kita.

Memulai bisnis

Untuk mendirikan bisnis, tentu saja kita butuh modal usaha. Namun dengan memiliki bisnis sampingan, kita pun bisa mendapatkan pemasukan sampingan yang besar. Bukan cuma itu, jika pelanggan atau klien makin banyak, bisa saja penghasilan bisnis kita mengalahkan gaji bersih di tempat kerja kita sekarang.

Kelola aset agar mendapatkan keuntungan

Seiring dengan bertambahnya usia kita, kekayaan kita tentu harus bertambah. Jangan biarkan aset yang kita miliki menganggur, bisa saja aset tersebut bisa menghasilkan uang. Contohnya, sewakan properti-mu untuk mendapatkan penghasilan pasif atau investasikan uang kas yang tidak terpakai saat ini.





Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya