Ingin Lolos SNMPTN ? Lakukan 3 Cara Ini !


lolos snmptn


SNMPTN bisa diibaratkan dalam sebuah permainan kartu, kamu gak bisa bener-bener tau persaingan semacam apa yang terjadi di jurusan PTN yang kamu bidik. Kamu ga bakal tau seberapa banyak dan seberapa bagus nilai para lawan mainmu (baca: para pesaing peserta SNMPTN yang lain). Sehingga pada dasarnya, kamu juga ga akan pernah tau persis berapa peluang untuk lolos. Tapi meskipun begitu, bukan berarti kamu bener-bener ngasal gitu aja. Peluang dalam permainan yang serba tertutup seperti ini, meskipun sulit diukur, tapi kamu tetap bisa memaksimalkannya.

Kenali Parameter Penilaian SNMPTN


Hal pertama yang mesti kamu pahami jika ingin memaksimalkan penilaian SNMPTN adalah kamu harus tau apa saja yang dinilai di SNMPTN. Selama ini banyak yang menganggap kalo SNMPTN itu ya cuma bagus-bagusan nilai raport, sehingga banyak sekolah yang naikin nilai KKMnya atau “meninggi-ninggikan” nilai siswanya. Banyak anak dari Sekolah antah berantah nilai Fisika atau Ekonominya 95 atau mendekati 100. Sementara di sisi lain, anak-anak dari sekolah tertentu yang cenderung disiplin pada sistem penilaian pada ngeluh karena dapet nilai 85 di sekolahnya saja susahnya minta ampun.

Setiap sekolah mempunyai standar berbeda-beda mengenai nilai. Ada yang standarnya tinggi ada yang rendah. Ada juga yang dulunya pelit ngasih nilai, tapi berhubung SNMPTN memakai nilai raport, maka nilai-nilainya pada diobral. Berdasarkan hal tersebut, kalo PTN cuma melihat mentah-mentah nilai raport, tentu siswa yang lolos belum diseleksi secara fair. Maka dari itu, selain nilai raport dilihat juga faktor lain, yaitu: indeks sekolah. Dalam kalimat lain, PTN pun selain melihat nilai yang ada di raport juga akan melihat siapa pihak yang mengeluarkan raportnya.

kalau bicara soal indikator seleksi SNMPTN, sebenernya penilaian SNMPTN dilakukan secara tertutup, jadi indikator penilaian tidak akan dipublikasikan secara rinci. Tapi ada juga beberapa PTN yang mempublikasikan kriteria penilaian mereka, itupun kriteria yang umum. 


Maksimalkan peluang diterima di SNMPTN


Memaksimalkan di sini pada prinsipnya adalah bagaimana cara cerdik-cerdiknya kita untuk memilih, jurusan  yang kira-kira probabilitasnya paling tinggi, dengan tidak mengabaikan bidang yang kita minati. Nah, langkah-langkah yang bisa kamu tempuh buat memaksimalkan peluang di SNMPTN antara lain:

1. Tentukan jurusanmu

Hal pertama dan terpenting adalah tentukan dulu jurusan yang kamu inginkan. Jadi, tentukan dulu jurusan yang pas, lalu baru tentukan di mana kamu akan kuliah di jurusan tersebut. Di sini aku ga akan jelasin lagi gimana cara menentukan jurusan kuliah, karena udah pernah dijelasin di artikel Zenius Blog sebelumnya dengan point-point yang lengkap. Coba deh kamu baca di sini :

2. Pelajari detail jurusan pilihanmu


Okay, pada point ini, aku asumsikan kamu udah paham banget dengan jurusan yang kamu ambil, apa saja yang dipelajari dan hal-hal substantif lain. Nah, yang akan aku bahas di sini secara khusus terkait dengan informasi penerimaan SNMPTN di PTN yang kamu incar. Detail jurusan yang terdapat di website SNMPTN meliputi:

Informasi Umum (daya tampung dan kategori),
Daftar Jurusan yang Dapat Memilih Program Ini,
Sebaran Siswa Diterima,
Jumlah Pendaftar,
Jumlah Diterima,
Jumlah Siswa Diterima Berdasarkan Jurusan,
Jumlah Siswa Diterima Berdasarkan Provinsi

3. Pelajari indeks sekolah 


Nah, ini juga penting banget, tentang Indikator Penilaian SNMPTN, Indeks Sekolah. Seperti yang aku jelasin di atas, ada 7 variabel yang bisa dijadikan penilaian untuk indeks sekolah. Pada dasarnya PTN ngga mengeluarkan data tentang indeks sekolahmu atau sekolah-sekolah lain. Untuk bisa mengetahuinya, kita hanya bisa sebatas meraba-raba.

Indeks sekolahmu di PTN A dan di PTN B berbeda, jadi ya mesti kamu sendiri yang aktif bertanya ke BK tentang sebaran alumni di PTN di Indonesia. Misal nih, tahun 2018 kemarin di sekolahmu yang diterima di PTN A ada 50 anak dari 100 pendaftar, PTN B ada 10 anak dari 30 pendaftar, sementara di PTN C ada 5 dari 50 pendaftar. Nah dari angka tersebut kamu bisa lebih memperkirakan persentase diterimanya. Berdasarkan angka contoh di atas, jadi PTN A 50% pendaftar diterima, PTN B 33,3% pendaftar diterima, PTN C 10% pendaftar diterima.

Nah, dari angka ini bisa dilihat secara kasar bahwa indeks kasar sekolah kamu di PTN A lebih bagus daripada di PTN B dan PTN C. Baru deh dengan melihat indeks kasar sekolahmu di berbagai PTN, kamu bisa menentukan PTN mana yang peluang diterima kamu paling tinggi, dengan tetep memperhatikan bidang yang menjadi passionmu.

Kejar nilai dan prestasi 


Menurut Dahnial, selagi masih ada waktu dan belum terlambat, usahakan maksimalkan nilai dan prestasi. “Kalau ada lomba-lomba terus peluang prestasi akademik, kalo bisa ikut dan menangin supaya kalau kamu daftar SNMPTN, peluang kamu lebih besar. Jangan lupa juga nilai akademiknya jangan sampai turun, kalo bisa stabil dan meningkat,”pungkasnya.



Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya