Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

vaksin covid


Sinovac (CoronaVac)

CoronaVac adalah nama untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Ini adalah vaksin pertama yang berhasil didapatkan oleh pemerintah Indonesia dan dipakai untuk memulai program vaksinasi. Vaksin dibuat dengan teknologi inactivated virus alias memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan.


Corporate Secretary PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, pernah memprediksi harga vaksin Corona Sinovac sekitar Rp 200.000 per dosisnya.


"Produksi bulk dari Sinovac kami sudah coba hitung dan tujuannya tetap tidak memberatkan pemerintah. Kisarannya di Rp 200 ribu. Itu masih kisaran ya, mudah-mudahan bisa lebih murah lagi," kata Bambang beberapa waktu lalu.


Novavax

Vaksin COVID-19 buatan perusahaan Amerika Serikat, Novavax, juga disebut-sebut akan digunakan di Indonesia. Presiden Jokowi mengatakan ada 50 juta dosis vaksin COVID-19 Novavax.


Vaksin ini dibuat dengan memanfaatkan sebagian kecil protein dari virus Corona yang dipakai untuk menginfeksi sel. Vaksin Novavax disebut berbagai sumber dijual dengan harga sekitar US$16 atau Rp 225.000 per dosis.


AstraZeneca-Oxford

Presiden Jokowi juga mengumumkan akan menggunakan 50 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca-Oxford.


Vaksin ini dibuat dengan teknologi memanfaatkan virus penyebab pilek (adenovirus) dari simpanse yang sudah dimodifikasi. Virus tersebut jadinya mirip seperti SARS-COV-2 yang menyebabkan COVID-19, tetapi tidak bisa menyebabkan penyakit. Berbagai sumber memprediksi vaksin COVID-19 AstraZeneca-Oxford dijual dengan harga sekitar US$4 atau Rp 60.000 per dosis.


Pfizer-BioNTech

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech sampai saat ini jadi satu-satunya vaksin yang mendapat izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Presiden Jokowi menyebut Indonesia akan menggunakan 50 juta dosis vaksin ini.


Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech dibuat dengan teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin tidak mengandung virus hidup. Vaksin ini diprediksi berbagai sumber dijual dengan harga sekitar US$19,50 atau Rp 275.000 per dosis.


COVAX

COVAX adalah organisasi nirlaba internasional yang dibentuk oleh WHO, GAVI Alliance, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Tujuannya untuk memastikan bahwa vaksin COVID-19 dapat diakses oleh seluruh negara dengan adil.


COVAX bekerja dengan cara mengumpulkan berbagai suplai dosis vaksin COVID-19 yang tersedia, lalu dibagikan ke negara-negara anggota. Presiden Jokowi menyebut Indonesia mendapat 54 juta dosis vaksin dari COVAX.

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini baru ada tiga jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapat emergency use list (EUL) atau telah tersertifikasi, yakni sebagai berikut.


1. Vaksin mRNA Pfizer-BioNtech mendapat EUL di 31 Desember

2. Vaksin adenovirus Oxford-AstraZeneca mendapat EUL di 15 Februari 2021 (buatan SKBio Korsel dan the Serum Institute India)

3. Vaksin COVID-19 dosis tunggal Johnson & Johnson mendapat EUL di 12 Maret 2021.




Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya