Ketahui Penyebab Laptop Menjadi Lemot


laptop lemot


Tanpa perawatan yang tepat, laptop terlepas dari apapun merk-nya, hanya akan bisa digunakan dalam jangka waktu pendek yakni 3-5 tahun saja. Padahal kalau Anda tahu cara perawatan yang tepat, laptop bisa digunakan lebih lama bahkan tanpa masalah lemot. Sebelum melakukan perawatan, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu penyebab laptop menjadi lemot. Tujuannya agar Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan penanganan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa penyebab kinerja laptop jadi lemot yang wajib diketahui:

Banyak Program Dijalankan


Penyebab berikutnya yang membuat laptop lemot adalah terlalu banyak program yang dijalankan bersamaan di laptop, entah sengaja atau tidak sengaja. Hal ini sering dialami mereka yang bekerja penuh menggunakan laptop seperti para desainer grafis. Berbagai program yang dijalankan bersamaan tentu akan mempengaruhi performa laptop dan akhirnya membuat kinerjanya bermasalah.


Hard Disk Penuh


Salah satu penyebab utama kenapa laptop jadi lemot dan bermasalah adalah Hard Disk Drive (HDD) telah penuh, hingga mencapai 95%. Jika kondisi ini terjadi, maka performa laptop jelas jadi lambat dan kalau dibiarkan bisa merusak Sistem Operasi para perangkat tersebut.


Kapasitas RAM


Saat membeli laptop, hal penting yang harus dicermati adalah kapasitas RAM yang bakal digunakan. Semakin besar kapasitas RAM yang dimiliki, jelas akan membuat kinerja laptop lancar. Karena itulah jika Anda membeli laptop dengan ukuran RAM kecil, jangan pernah memasang software dengan ukuran yang besar. Software dengan beban kerja berat akan ‘memakan’ RAM cukup besar. Terutama jika Anda adalah seorang pekerja desain grafis, setidaknya harus memilih laptop dengan ukuran RAM minimal 4 GB. Kenapa begitu? Berbagai aplikasi untuk desain grafis seperti Adobe Premier dan Adobe Photoshop, membutuhkan porsi RAM cukup besar.

HDD Sudah Tua


Seperti layaknya mesin apapun yang semakin tua akan semakin kehilangan kemampuan bekerja, begitu pula pada HDD sebuah laptop. HDD laptop yang baru dibeli dengan HDD laptop berusia lima tahun tentu berbeda. HDD tua jelas memiliki kemampuan mengolah data yang begitu lemah sehingga Anda harus lebih waspada. Kalau dibiarkan, laptop tak hanya lemot tapi juga bisa rusak permanen.

Add-Ons Menumpuk


Laptop menjadi lemot bisa jadi karena saat Anda membuka browser kemudian menginstal software dengan internet download manager, AdBlocker, dan lainnya, menjadikan browser banyak Add-Ons sehingga membuat laptop terbebani dan menjadi lemot terutama saat Anda berselancar di dunia maya.
Jarang Mengupdate Sistem Operasi

Sebuah laptop bisa bekerja dengan maksimal lewat Sistem Operasi. Agar Sistem Operasi bisa menjalankan laptop dengan baik, tentunya harus senantiasa di-update agar memperoleh fitur-fitur terbaru dari pengembang. Hal inilah yang belum dipahami semua orang sehingga mereka jarang memperbarui Sistem Operasi. Sistem Operasi yang tidak di-update justru mempunyai peluang besar jadi rusak. Kenapa begitu? karena dalam setiap update yang dilakukan, pihak pengembang akan memperbarui fitur-fitur sehingga lebih kuat dalam menghadapi serangan virus serta memperbaiki bug. 

Antivirus Terlalu Aktif


Demi mencegah serangan virus, solusi yang kerap dipilih pengguna laptop adalah memasang software antivirus seperti Kaspersky, AVG, Avast atau Avira. Pada dasarnya, program antivirus itu memang ampuh menghilangkan virus pada laptop. Hanya saja kalau antivirus terlalu aktif dan berjalan terus di background, justru membuat laptop lemot lantaran kinerjanya tidak optimal. Karena itu sebisa mungkin langsung matikan lagi program antivirus jika sudah selesai dipakai.




Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya