Arafah Dan Tarwiyah : 2 Puasa Sunnah Yang Dianjurkan Sebelum Idul Adha

 

hari raya qurban

Hari raya Idul Adha kerap disebut pula sebagai hari raya kurban. Pada 10 Zulhijah, dimulai sunah penyembelihan hewan kurban, yang bisa dilakukan juga pada tiga hari tasyrik: 11-13 Zulhijah.


Sebelum hari raya Iduladha, terdapat 2 puasa sunah yang amat dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Zulhijah oleh umat Islam. Dua amalan sunah itu adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.


Puasa Tarwiyah


Tanggal 8 Dzulhijjah disebut dengan Tarwiyah karena mengacu pada syariat kurban. Dalam bahasa Arab, kata 'tarwiyah' diartikan dengan 'proses berpikir'. Pada 8 Dzulhijjah inilah Nabi Ibrahim merenung dan berpikir tentang mimpi diperintah Allah untuk menyembelih Ismail, putra semata wayangnya.


Umat muslim melaksanakan puasa Tarwiyah layaknya puasa sunnah yakni sahur sebelum adzan subuh atau matahari terbit, kemudian berpuasa hingga matahari terbenam. Selain itu, menghindari hal-hal atau tindakan yang membatalkan puasa Tarwiyah.


Namun, sebelum mulai berpuasa, umat muslim diharuskan untuk membaca niat puasa Tarwiyah. Berikut niat puasa Tarwiyah:

نويت صوم التروية سنة لله تعال

Nawaitu shaumal tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah SWT.


Puasa Arafah


Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah, yaitu ketika jemaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Saat itu bertepatan dengan hari kedua dalam rangkaian ibadah haji. Puasa ini sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Jika tahu keutamannya, akan sangat rugi jika melewatkan puasa Arafah.


Seperti puasa pada umumnya, kita bisa melafalkan niat di malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa Arafah. Kita bisa melafalkan niat setelah salat Isya ataupun sebelum tidur.


Tetapi, berhubung puasa ini bukanlah puasa wajib, maka kita tetap diperbolehkan mengucapkan niat tersebut di siang hari. Tentunya dengan catatan kamu belum sempat makan atau minum sepanjang hari.


Kamu bisa melafalkan niat Puasa Arafah pada malam hari sebelum berpuasa maupun pada siang hari. Berikut lafal niat puasa arafah di malam hari sebelum berpuasa dan siang hari:


Lafal niat puasa Arafah di malam hari:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Artinya, "Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”


Lafal niat puasa Arafah di siang hari:

Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Artinya, "Saya berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”



Tak hanya puasa Arafah dan tarwiyah, pada bulan Zulhijah ini kita juga bisa melaksanakan berbagai amalan puasa lainnya, yaitu pausa Zulhijah. Puasa Zulhijah ini dilaksanakan di awal Bulan Zulhijah, yaitu dari hari pertama hingga kedelapan yang dilanjutkan dengan hari kesembilan, Puasa Arafah.


Sedangkan pada Bulan Zuhijah, kamu dilarang untuk berpuasa pada tanggal 10, yaitu tepat Hari Raya Idul Adha. Selain itu, berpuasa pada tanggal 10, 12, dan 13 Zulhijah juga dilarang karena merupakan Hari Tasyrik.


Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa, Sebab, hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani).




Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya