Hal Yang Wajib Diperhatikan Sebelum Dan Sesudah Vaksin !

 

vaksin


Hai sobat sedekahresep, mengingat kassus covid19 sudah semakin memuncak, ada baiknya kamu melakukan vaksin lebih cepat. Untuk menghindari efek dan hal lain yang tidak diinginkan, kamu bisa memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum dan sesudah melakukan vaksin .


Sebelum Vaksinasi COVID-19


Jika Anda termasuk golongan yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan dipersiapkan sebelum menjalani vaksinasi COVID-19, antara lain:


Jangan menerima vaksin lain dalam waktu bersamaan 


Pastikan Anda tidak menerima vaksin penyakit lain dalam 14 hari terakhir. Walaupun beberapa sumber menunjukkan tidak apa-apa jika vaksin Covid-19 dilakukan bersama vaksin yang lain, vaksin ini akan bekerja lebih optimal jika bekerja sendirian bersama sistem imun. Selain itu, hal ini bertujuan untuk meminimalisir efek samping yang mungkin muncul 1 hingga 3 hari setelah disuntik. Sebaiknya kosongkan jadwal Anda, atau jangan membuat janji penting dalam 2 hari setelah vaksin, untuk beristirahat dan mengantisipasi efek samping yang muncul.


Hindari olahraga berlebihan


Rutin berolahraga baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Olahraga juga perlu dilakukan sebelum mendapatkan vaksin, karena kebiasaan ini baik untuk membantu daya tahan tubuh tetap kuat.


Namun, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat atau olahraga secara berlebihan, karena hal ini justru bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Agar lebih sehat dan aman, lakukan olahraga setidaknya 20–30 menit setiap hari atau minimal 3–5 kali per minggu.


Tidur yang cukup


Beberapa hari sebelum disuntik vaksin COVID-19, usahakan untuk tidak begadang dan cukupi waktu istirahat dengan tidur selama 7–9 jam setiap malamnya.


Jika Anda sulit terlelap, coba praktikkan sleep hygiene, misalnya dengan mematikan telepon genggam dan peralatan elektronik lainnya paling tidak 1 jam sebelum Anda tidur.


Setelah Vaksinasi COVID-19


Setelah Anda mendapatkan vaksinasi COVID-19, lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini:


Siapkan obat penahan sakit 


Efek samping yang paling umum muncul adalah nyeri pada lengan, demam, dan sakit kepala. Menyiapkan obat penahan sakit merupakan langkah antisipasi yang bisa Anda lakukan sebelum menerima vaksin. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Obat yang bisa Anda siapkan contohnya parasetamol dan ibuprofen. Obat ini mudah ditemukan di apotek dan bisa dibeli tanpa resep. Namun, Anda hanya perlu mengonsumsinya jika terjadi efek samping, bukan dikonsumsi sebelum vaksin. Mengonsumsi obat ini sebelum vaksin bisa menyebabkan imun Anda menurun dan tidak merespon vaksin dengan baik


 Perhatikan efek samping vaksin


Berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin COVID-19, dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan berikut ini:

Nyeri dan bengkak di lokasi suntikan

Demam

Menggigil

Lelah atau tidak enak badan

Sakit kepala

Walau sangat jarang terjadi, vaksin kadang bisa menimbulkan efek samping berbahaya, seperti reaksi alergi, sesak napas, dan anafilaksis.


Oleh karena itu, setelah mendapatkan vaksin COVID-19, Anda akan diminta untuk tidak meninggalkan fasilitas kesehatan di mana Anda menerima vaksin selama kurang lebih 30 menit. Tujuannya adalah agar dokter bisa memastikan Anda tidak mengalami efek samping tersebut.



Redakan efek samping vaksin


Untuk meredakan nyeri atau efek samping vaksin COVID-19 yang dirasa mengganggu, Anda disarankan untuk beristirahat yang cukup, memberi kompres dingin pada area suntikan, dan lebih sering menggerakkan lengan yang disuntik.


Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol, untuk mengurangi nyeri. Namun, sebelum menggunakan obat tersebut, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.



Siapkan diri untuk vaksinasi kedua


Vaksin COVID-19 harus diberikan dalam 2 dosis agar bisa menghasilkan reaksi imunitas yang optimal terhadap virus Corona. Jadwal pemberian vaksin COVID-19 kedua adalah 2 minggu setelah pemberian vaksin COVID-19 dosis pertama.




Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya