Manfaat Puasa Tarwiyah

manfaat puasa

 

Menjelang hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan 2 puasa sunah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah pada 9 Zulhijah.

Lalu, apa keutamaan puasa Tarwiyah ? Berikut adalah rangkuman dari beberapa sumber mengenai keutamaan puasa tarwiyah


Mendapat 10 kemuliaan

yang melaksanakan dua puasa tarwiyah akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.

2. Allah akan menambah harta.

3. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.

4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.

5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.

6. Allah akan memudahkan kematiannya.

7. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.

8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.

9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.

10.Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.


Menebus Dosa 1 Tahun

Puasa pada hari Tarwiyah akan mengampuni dosa setahun lalu, sedangkan puasa hari Arafah akan mengampuni dosa dua tahun (HR Tirmidzi).

Sayangnya, hadis ini dinyatakan daif atau lemah. Namun, para ulama tetap mengizinkan untuk mengamalkan hadis tersebut dengan tujuan fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan) dan tidak dikaitkan pula dengan masalah aqidah dan hukum.


Mendapat syafaat di hari kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya.” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Hakim)


Jauh dari siksa api neraka

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : “70 musim” yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48)





Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya