Kebijakan Merdeka Belajar Untuk Pendidikan Guru Penggerak

 

guru-penggerak-merdeka-belajar

Guru masa depan adalah seorang guru yang tidak pernah ragu menghadirkan terobosan dan menggerakkan perubahan dengan menjadi pemimpin pembelajaran yang merdeka. Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) pada hari Rabu tanggal 15 September 2021 secara resmi menutup Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 (Pertama). Dalam kegiatan ini disampaikan bahwa hari ini merupakan momentum bersejarah dunia Pendidikan, saat ini Guru Penggerak sudah dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Mendikbudristek memberikan semangat kepada para Guru Penggerak untuk terus semangat menjadi peminpin dan penggerak "Merdeka Belajar,” seperti dikutip dari informasi yang dirilis dari  Kemendikbudristek di Jakarta, Kamis (16 September 2021). Pendidikan Guru Penggerak Angkatan Pertama sudah terlaksana dari Bulan Oktober 2020. 


Baca juga :

Perkuliahan di Universitas Terbuka


Kebijakan Merdeka Belajar Sesi yang kelima memiliki tajuk "Pendidikan Guru Penggerak" merupakan program pendidikan berbasis kepemimpinan untuk seorang guru supaya menjadi guru seutuhnya yang bisa memimpin dalam pembelajaran. Ouput program Pendidikan Guru Penggerak yaitu seorang Guru yang mampu menciptakan pembelajaran terpusat untuk siswa dan dengan lebih baik menggerakkan ekosistem pendidikan.


Berdasarkan informasi yang disampiakan Iwan Syahril selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), bahwa calon Guru Penggerak menunjukkan tingkat kelulusan dengan predikat amat baik yaitu 94,84 %, predikat baik yaitu 4,33 %, predikat cukup mencapai 0,58 %, predikat sedang mencapai 0,12 %, dan predikat kurang mencapai 0,12 %. harapan dari Mendikbudristek yaitu untuk para Guru Penggerak Angkatan Pertama mampu menciptakan komunitas pada setiap wilayah. “Komunitas itu kuncinya". Kekuatan akan mudah dibentuk dalam kolaborasi, kelompok, koneksi dan gotong royong antar sesama guru penggerak yang lain. Komunitas tersebut sebagai rumah bagi Guru Penggerak, sebagai wadah belajar bahkan berdiskusi serta berbagi inspirasi. Oleh karena, para Guru Penggerak di Indonesia memiliki satu tekad dan merupakan satu keluarga untuk mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar.


Optimis dan dukungan disampaikan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, di berbagai wilayah dukungan guru  sangat diperlukan oleh para Guru Penggerak supaya meningkatkan kualitas pendidikan. Harapan selanjutnya adalah kepada berbagai pihak untuk dapat saling bekerja sama memberikan fasilitasi berdasarkan inisiatif positif dari Guru Penggerak.


Baca juga :

Cara Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri


Pengalaman Dalam Program Pendidikan Guru Penggerak

Salah satu Guru asal Kota Malang, Luh Muniarsih memberikan ungkapan rasa takjubnya dikarenakan sukses dan berhasil mengikuti program ini kurnag lebih sembilan bulan.

“Kesan yang sesuai harapan dari program Guru Penggerak sangat luar biasa, program ini sangat berbeda, ada kurikulum, terkonsep, pendamping, modul, lokakarya, LMS,  semuanya dengan matang sudah terencana dan dijalankan secara terstruktur,”


Kemudian antusiasme juga dirasakan oleh Guru asal Denpasar (Bali) I Ketut Budiarsa. “Melakukan perubahan itu perlu, apalagi ke arah yang lebih baik,yaitu perubahan mulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat bertugas, memberikan pelayanan yang berpihak kepada siswa, berkolaborasi dan bekerjasama dengan pakar dan praktisi supaya tercipta ekosistem yang baik serta menjadi guru penggerak yang selalu berbagi, belajar dan bergerak bersama,”


Dirjen GTK menyebutkan tujuan program Guru Penggerak adalah layanan pendidikan yang semakin baik untuk peserta didik. “Mudah-mudahan ini menjadi pondasi lahirnya layanan pendidikan dan proses pembelajaran yang memerdekakan semua potensi peserta didik dan secara nyata dapat meningkatkan hasil pembelajaran untuk mereka. Mari kita wujudkan SDM unggul dan maju melalui generasi baru kepemimpinan pendidikan di Indonesia,”


Sebagai seorang guru penggerak tentu saja mempunyai visi. Visi guru penggerak yaitu menjadikan pelajar Indonesia menjiwai sebagai pelajar Pancasila, artinya pelajar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, inovatif, mandiri,  hidup bergotong royong, berkebhinekaan global dan memiliki nalar yang kritis.


Visi tersebut dapat tercapai melalui peran serta guru yang wajib memiliki suatu nilai. Nilai-nilai yang harus dimiliki seorang guru penggerak antara lain mandiri, inovatif, kolaboratif, reflektif serta berpihak pada murid. Guru penggerak harus berperan aktif di dunia pendidikan dengan memaksimalkan jika kepemimpinan dalam pembelajaran, mampu menjadi pelatih (coach) bagi guru lainnya, mampu menggerakkan kelompok praktisi,  mampu mendorong kinerja antar sesama guru.




Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya